Sifat – Sifat Periodik Unsur Dalam Tabel Periodik Kimia

Sifat periodik unsur merupakan salah satu pelajaran yang akan dibahas dalam pelajaran kimia kelas X (10) SMA. Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa saja sifat  sifat periodik unsur, apakah kalian tau tentang susunan sistem periodik unsur modern ? Jika belum saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu materi ini, karena akan saling terkait satu sama lain.

Baca Juga : Singkat Sistem Periodik Unsur (SPU) Modern

Sifat Periodik Unsur dan Contohnya

Beberapa sifat periodik yang akan dibahas meliputi jari-jari atom, keelektronegatifitas, energi ionisasi, sifat logam, afinitas elektron, dan titik didih serta titik leleh (Martin S. Silberberg, 2000). berikut sifat unsur dalam tabel periodik :

sifat periodik unsur

sifat periodik unsur

Sifat Jari – Jari Atom

Jari – jari atom merupakan jarak dari inti atom sampai kulit terluar. Bagi unsur – unsur dalam satu golongan jari-jari atom unsur semakin bertambah akibatnya jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak, jadi kulit terluar makin jauh dari inti atom.

Sifat - Sifat Periodik Unsur Dalam Tabel Periodik Kimia

Sifat – Sifat Periodik Unsur Dalam Tabel Periodik Kimia

Unsur-unsur yang seperiode memiliki jumlah kulit yang sama. Akan tetapi, tidaklah berarti mereka memiliki jari-jari atom yang sama pula. jari-jari atom unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil karena semakin ke kanan letak unsur, proton dan elektron yang dimiliki makin banyak, sehingga tarik-menarik inti dengan elektron makin kuat. Akibatnya, elektron-elektron terluar tertarik lebih dekat ke arah inti Jadi, bagi unsur-unsur yang seperiode, jari-jari atom makin ke kanan makin kecil.

Dalam satu golongan, konfigurasi unsur-unsur satu golongan mempunyai jumlah elektron valensi sama dan jumlah kulit bertambah. Akibatnya, jarak elektron valensi dengan inti semakin jauh, sehingga jari-jari atom dalam satu golongan makin ke bawah makin besar. Bisa disimpulkan bahwa :

  1. Dalam satu golongan, jari – jari atom akan bertambah besar dari atas ke bawah.
  2. Dalam satu periode, jari – jari atom akan semakin kecil dari kiri ke kanan.

Jari – jari atom merupakan jarak dari inti atom sampai kulit terluar

Energi Ionisasi

Energi ionisasi merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu atom. Unsur-unsur yang segolongan, energi ionisasinya makin ke bawah semakin kecil karena elektron terluar makin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah dilepaskan. Sedangkan unsur-unsur yang seperiode, gaya tarik inti makin ke kanan makin kuat, sehingga energi ionisasi pada umumnya makin ke kanan makin besar.

Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom

Ada beberapa perkecualian yang perlu diperhatikan. Golongan IIA, VA, dan VIIIA ternyata mempunyai energi ionisasi yang sangat besar, bahkan lebih besar daripada energi ionisasi unsur di sebelah kanannya, yaitu IIIA dan VIA. Hal ini terjadi karena unsur-unsur golongan IIA, VA, dan VIIIA mempunyai konfigurasi elektron yang relatif stabil, sehingga elektron sukar dilepaskan.

Kelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain. Misalnya, fluorin memiliki kecenderungan menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sifar keelektronegatifan fluorin lebih besar daripada hidrogen. Konsep keelektronegatifan ini pertama kali diajukan oleh Linus Pauling (1901 – 1994) pada tahun 1932.

Unsur yang segolongan, keelektronegatifan makin ke bawah makin kecil sebab gaya tarik inti makin lemah. Sedangkan unsur-unsuryang seperiode, keelektronegatifan makin ke kanan makin besar. Akan tetapi perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak mempunyai keelektronegatifan. Hal ini karena sudah memiliki 8 elektron di kulit terluar. Jadi keelektronegatifan terbesar berada pada golongan VIIA.

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain.

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah energi yang menyertai proses penambahan elektron pada satu atom netral dalam wujud gas, sehingga terbentuk ion bermuatan –1. Afinitas elektron juga dinyatakan dalam kJ mol–1. Unsur yang memiliki afinitas elektron bertanda negatif, berartimempunyai kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negatif nilai afinitas elektron, maka makin besar kecenderungan unsur tersebut dalam menyerap elektron (kecenderungan membentuk ion negatif).

Dari pernyataan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa :

  • Dalam satu golongan, afinitas elektron akan berkurang dari atas ke bawah.
  • Dalam satu periode, afinitas elektron akan bertambah dari kiri ke kanan.
  • Kecuali unsur sifat alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen.

Sifat Logam

sifat logam dapat dikaitkan dengan keelektronegatifan, yang artinya kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Sehigga, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Dilihat dari konfigurasi elektron, unsur – unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).

Dapat disimpulkan, sifat logam dan non logam dalam SPU adalah :

  1. Dari kiri ke kanan yang satu periode, sifat logam akan berkurang, sedangkan sifat non logam akan bertambah.
  2. Dari atas ke bawah yang satu golongan, sifat logam akan bertambah, sedangkan sifat non logam akan berkurang.

Titik Leleh dan Titik Didih

Berdasarkan dari titik leleh dan titik didih, dapat diambil kesimpulan :

  • Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.
  • Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsurunsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.

Sifat Periodik Unsur Dalam Satu Periode Dari Kiri Ke Kanan

Dari penjelasan yang sudah dijelaskan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang merupakan sifat periodik unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan yaitu :

  1. Dalam satu periode, jari – jari atom akan semakin kecil dari kiri ke kanan.
  2. Dari kiri ke kanan yang satu periode, sifat logam akan berkurang, sedangkan sifat non logam akan bertambah.
  3. Dalam satu periode, afinitas elektron akan bertambah dari kiri ke kanan.
  4. Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.

Sifat Periodik Unsur Dalam Satu Golongan Dari Atas ke Bawah

Dari penjelasan yang sudah dipaparkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa yang merupakan sifat sifat sistem periodik unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah yaitu :

No.sifat periodik unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah
1. Dalam satu golongan, jari - jari atom akan bertambah besar dari atas ke bawah.
2.Dalam satu golongan, afinitas elektron akan berkurang dari atas ke bawah.
3.Dari atas ke bawah yang satu golongan, sifat logam akan bertambah, sedangkan sifat non logam akan berkurang.
4.Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsurunsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.

Cukup sekian artikel yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.