Reproduksi Bakteri: Bagaimana Cara Bakteri Berkembang Biak secara Proses Transformasi dan Konjugasi

Reproduksi Bakteri: Bagaimana Cara Bakteri Berkembang Biak secara Proses Transformasi dan Konjugasi akan admin bahas kali ini. Berbeda dengan reproduksi virus yang menggunakan daur litik dan lisogenik, Bakteri berkembangbiak dengan 2 cara. Secara umum, bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri secara biner. Di kesempatan kali ini, admin akan menjelaskan mengenai materi biologi kelas x tentang bagaimana bakteri dapat berkembangbiak dan melakukan rekomendasi genetik.

 

Reproduksi Bakteri

Ringkasan Materi Perkembang Biakan Bakteri secara Seksual dan Aseksual

Ringkasan Materi Perkembang Biakan Bakteri secara Seksual dan Aseksual

Seperti yang admin ulas di pendahuluan materi bakteri diatas, bahwa ada 2 sistem reproduksi bakteri, yaitu:

  • Membelah Diri, serta
  • Reproduksi Seksual/Paraseksual.

Baca Juga: Klasifikasi Eubacteria, dan Ciri Ciri Eubacteria

 

Reproduksi Aseksual pada Bakteri

Cara bakteri berkembang biak adalah dengan membelah diri. Tiap bakteri, dapat membelah dalam waktu 15 hingga 20 menit. Apabila dihitung dalam tiap harinya, berarti satu bakteri dapat membelah mencapai jutaan bakteri dalam waktu satu hari saja.

Mekanisme reproduksi bakteri secara aseksual dapat dijelaskan sesuai gambar berikut ini:

Reproduksi Bakteri secara Aseksual dengan Membelah Diri secara Biner

Reproduksi Bakteri secara Aseksual dengan Membelah Diri secara Biner

Lalu mengapa reproduksi disebut pembelahan Biner? Jawabannya, karena reproduksi aseksual pada bakteri, akan dilakukan secara terus menerus. Dari 1 sel, menjadi 2 sel, kemudian 4 sel, 8 sel, 16 sel, 32 sel, dan seterusnya. Hal ini sesuai dengan angka biner yang menggunakan notasi 2 pangkat 0, 2 pangakt 1, 2 pangkat 2, dan seterusnya.

 

Cara Reproduksi Bakteri secara Seksual

Selain membelah diri secara biner, beberapa bakteri juga dapat berkembang biak dengan cara seksual (ada yang menyebut dengan “Paraseksual“). Reproduksi seksual pada bakteri berbeda dengan cara bereproduksi eukariotik lainnya. Reproduksi seksual bakteri sering disebut dengan Rekombinasi Genetik.

Rekombinasi Genetik adalah peristiwa dimana dua bakteri saling bertukar materi genetika. Nantinya, bakteri yang telah melakukan rekombinasi genetika, akan menghasilkan ADN (yang disebut dengan “Gen Rekombinan“). Ada 3 cara agar bakteri dapat berkembang biak secara seksual (Rekombinasi DNA), yaitu dengan:

  1. Transformasi,
  2. Transduksi, serta
  3. Konjugasi.

Berikut uraian penjelasannya.

Baca Juga: Ciri Ciri Archaebacteria, serta Klasifikasinya

 

Reproduksi Transformasi

Sejarah transformasi adalah saat Frederick Griffith menemukan cara reproduksi ini yang dapat dilakukan pada bakteri. Dengan ditemukannya mekanisme transformasi bakteri ini, perkembangan biologi molekul serta genetika modern pun sangat pesat.

Reproduksi seksual pada bakteri dengan cara transformasi bekerja dengan cara berikut:

  • Fragmen ADN bebas bakteri dimasukkan ke dalam bakteri penerima(reseipen),
  • Fragmen ADN akan menyatu dengan genom bakteri penerima,
  • ADN donor akan terpisah menjadi 2,
  • ADN penerima sebagian akan lepas, dan meninggalkan tempatnya,
  • ADN donor akan masuk ke dalam ADN penerima yang telah ditinggalkan,
  • ADN yang telah masuk tadi akan berubah menjadi ADN rekombinan (Bakteri hasil reproduksi),
  • Selanjutnya, ADN Rekombinan/Gen Rekombinan tersebut akan membelah diri seperti pembelahan bakteri pada umumnya.

Reproduksi Transformasi ditemukan oleh Frederick Griffith. 

 

Reproduksi Bakteri Transduksi

Sejarah Transduksi adalah saat Norton Zinder serta Joshua Lederberg menemkan teknik ini ditahun 1952. Cara transduksi dan mekanisme reproduksi bakteri transduksi bakteri dapat bekerja walaupun bakteri tidak kontak langsung dengan bakteri lainnya. Namun, untuk menggunakan mekanisme transduksi ini, peneliti harus menggunakan virus sebagai perantaranya (biasanya menggunakan virus Bakteriofage).

Baca Juga: 15+ Manfaat Virus bagi Kehidupan Manusia

 

Reproduksi Bakteri secara Konjugasi

Berbeda dengan cara berkembang biak dengan transduksi, reproduksi konjugasi adalah perkembang biakan bakteri secara kontak langsung antara sel donor dan sel penerima. Kelebihan
reproduksi bakteri secara konjugasi adalah mampu memindahkan sel genetika bakteri yang lebih panjang ke dalam sel penerima. Namun, kelemahan mekanisme konjugasi adalah hanya dapat dilakukan pada bakteri Gram Negatif. Contoh bakteri Gram Negatif adalah:

  • Escherichia coli,
  • Salmonella,
  • Shigella, serta
  • Pseudomonas aeruginea.

Reproduksi Seksual pada bakteri dapat dilakukan dengan cara Transformasi, Transduksi, dan Konjugasi.

Artikel Reproduksi Bakteri: Bagaimana Cara Bakteri Berkembang Biak secara Proses Transformasi dan Konjugasi admin cukupkan sekian, semoga bermanfaat. Jangan lupa share, like, dan comment pada kolom yang telah disediakan dibawah yah.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.