Minyak Bumi Materi Kimia Kelas 10 SMA Lengkap

Minyak bumi merupakan salah satu materi kimia yang akan kita pelajari di bangku Sekolah Menengah Atas lebih tepatnya kelas 10. Minyak dan gas alam dibilang sangat mudah untuk dipelajari, kita akan membahas asal usul minyak bumi. Sebelum kita membahas lebih jauh, apakah disini ada yang mengetahui apa saja kegunaan hidrokarbon bagi kehidupan manusia ? naah bagi yang belum mengetahui, yuk simak pada link berikut :

Baca Juga : Kegunaan Hidrokarbon Bagi Kehidupan Manusia

Minyak Bumi Kimia

Minyak Bumi Peta Konsep

Minyak Bumi Peta Konsep

Diatas merupakan mind map minyak bumi kimia. Bagaimana Anda membayangkan kehidupan kita tanpa minyak bumi? Tahukah kalian bahwa diperkirakan sekitar 20 tahun lagi cadangan minyak Indonesia akan habis secara total dan Indonesia akan menjadi negara pengimpor minyak bumi kimia? Mengapa akhir-akhir ini dunia diliputi kekhawatiran akan laju konsumsi minyak yang semakin pesat? Mengapa sekarang ini di seluruh dunia sedang gencar – gencarnya mencari sumber energi alternatif pengganti minyak ? Sebenarnya apakah minyak itu sendiri dan bagaimana terbentuknya  minyak pada alam ini? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, silakan Anda ikuti pembahasan bab Minyak dan Gas alam berikut ini.

Sampai zaman ini minyak bumi masih dijadikan prioritas utama sebagai sumber energi, meskipun para ahli juga telah berupaya untuk mengembangkan alternatif energi lain selain minyak bumi, misalnya energi surya dan energi nuklir. Upaya para ahli tersebut mengingat minyak termasuk di dalamnya yaitu gas alam, merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui lagi (nonrenewable resources).

Minyak Bumi Berasal Dari

Minyak Bumi Berasal Dari ? Pada bab kali ini Anda akan mempelajari proses pembentukan minyak dan gas alam, komponen-komponen utama penyusun minyak bumi, teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak,  penggunaan residu minyak dalam industri petrokimia, ukuran kualitas bensin, dan analisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan.

Keberadaan minyak bumi berasal dari fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun yang lalu. Organisme-organisme tersebut kemudian akan dibusukkan oleh mikroorganisme dan kemudian akan terkubur dan terpendam dalam lapisan kulit bumi paling dalam. Dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi, maka setelah jutaan tahun lamanya, material tersebut telah berubah menjadi minyak yang terkumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Oleh karena itu pori-pori batu kapur bersifat kapiler, maka dengan prinsip kapilaritas, minyak yang terbentuk tersebut perlahan-lahan bergerak ke atas. Ketika gerakan tersebut terhalang oleh batuan yang tidak berpori, maka terjadilah penumpukan minyak dalam batuan tersebut.

Keberadaan minyak di alam ini merupakan hasil pelapukan fosil-fosil tumbuhan dan hewan pada zaman purba jutaan tahun silam.

Minyak Bumi Adalah

Pengertian minyak bumi ? Minyak Bumi adalah disebut sebagai petroleum (yang dalam bahasa Latin, petrus = batu dan oleum = minyak). Pada daerah lapisan bawah tanah yang tak berpori tersebut dikenal dengan nama antiklinal atau cekungan. Daerah cekungan ini terdiri dari beberapa lapisan, lapisan yang paling bawah berupa air, lapisan di atasnya berisi minyak, sedang di atas contoh minyak bumi tersebut terdapat rongga yang berisi gas alam. Jika cekungan mengandung minyak dalam jumlah besar, bagaimana cara pengambilan minyak bumi? maka pengambilan dilakukan dengan jalan pengeboran. Proses pengeboran minyak dan gas alam tersebut digambarkan sebagai berikut, gambar minyak bumi :

Minyak Bumi Pembentukan Minyak

Minyak Bumi Pembentukan Minyak

Komponen-komponen Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan campuran yang sangat kompleks, yang komponen terbesarnya adalah hidrokarbon. Komponen-komponen minyak sebagai berikut ini :

  • Golongan Alkana

Golongan alkana yang tidak bercabang terbanyak adalah n–oktana, sedang alkana bercabang terbanyak adalah isooktana (2,2,4–trimetilpentana).

  • Golongan Sikloalkana

Golongan sikloalkana yang terdapat pada minyak adalah siklopentana dan sikloheksana.

  • Golongan Hidrokarbon Aromatik

Golongan hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam minyak adalah benzena.

  • Senyawa-senyawa Lain

Senyawa-senyawa mikro yang lain, seperti senyawa belerang berkisar 0,01 – 7%, senyawa nitrogen berkisar 0,01 – 0,9%, senyawa oksigen berkisar 0,06 – 0,4%, dan telah mengandung sedikit senyawa organ non logam yang mengandung logam vanadium dan nikel.

Sementara itu sumber energi yang lain, adalah gas alam memiliki komponen alkana suku rendah, yaitu metana, etana, propana, dan butana. Sebagai komponen terbesarnya adalah metana. Dalam gas alam, selain mengandung alkana, terkandung juga di dalamnya berbagai gas yang lain, yaitu karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S), meskipun beberapa sumur gas alam yang lain ada juga yang mengandung helium. Dalam gas alam ini, metana digunakan sebagai bahan bakar, sumber hidrogen, dan untuk pembuatan metanol. Etana ada dipisahkan untuk keperluan industri, sedangkan propana dan butana juga dipisahkan, dan kemudian dicairkan untuk bahan bakar yang dikenal dengan nama LPG (Liquid Petroleum Gas) yang biasa digunakan untuk bahan bakar kompor gas rumah tangga.

Teknik Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi berasal dari negara Indonesia sendiri, sumber minyak  terdapat di daerah-daerah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Irian Jaya, Kalimantan, dan sebagian ada di pulau Jawa, yaitu Cepu dan di beberapa daerah lain. Biasanya kandungan minyak  ini ada pada sekitar  3 – 4 km di bawah permukaan tanah. Untuk itu proses pengambilannya harus dengan menggunakan sumur-sumur bor yang sengaja dibuat. Beberapa di antaranya karena sumber minyak ada di dasar laut, maka pengeboran akan dilakukan di laut. Minyak mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau kilang minyak.

Minyak mentah atau yang biasa disebut dengan crude oil ini biasanya berbentuk seperti cairan kental hitam dan berbau kurang sedap, yang selain mengandung kotoran, juga akan mengandung mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak ini belum dapat digunakan untuk bahan bakar atau berbagai keperluan lainnya, tetapi juga harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Minyak mentah ini telah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom karbon 1 – 50. Pada prinsipnya sendiri pengolahan minyak dilakukan dengan dua langkah, yaitu desalting dan distilasi.

Minyak bumi berasal dari negara Indonesia sendiri, sumber minyak  terdapat di daerah-daerah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Irian Jaya, Kalimantan, dan sebagian ada di pulau Jawa, yaitu Cepu dan di beberapa daerah lain.

Desalting

Proses desalting adalah proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air bersih, tujuannya yaitu untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air itu sendiri. Pada proses ini juga akan ditambahkan asam dan basa yang dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon itu. Setelah melalui proses desalting, maka proses selanjutnya yaitu minyak akan menjalani proses distilasi.

Distilasi

Minyak mentah yang sudah melalui proses desalting akan diolah lebih lanjut dengan proses distilasi bertingkat, yang biasanya dilakukan dengan cara pemisahan campuran berdasar perbedaan titik didih.

Fraksi-fraksi yang diperoleh dari proses distilasi bertingkat ini merupakan campuran hidrokarbon yang mendidih pada interval (range) suhu tertentu. Proses distilasi bertingkat dan fraksi yang dihasilkan dari distilasi bertingkat tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Minyak Bumi Penyulingan

Minyak Bumi Penyulingan

No.FraksiJumlah Atom CTitik DidihKegunaan
1.GasC1 – C5–164 °C – 30 °Cbahan bakar gas
2.Eter petroleumC5 – C730 °C – 90 °Cpelarut, binatu kimia
3.BensinC5 – C1230 °C – 200 °Cbahan bakar motor
4.Minyak tanahC12 – C16175 °C – 275 °Cminyak lampu, bahan
bakar kompor
5.Minyak gas, bakar, dan dieselC15 – C18250 °C – 400 °Cbahan bakar mesin diesel
6.Minyak-minyak pelumas, gemuk, jeli petroliumC16 ke atas350 °C ke ataspelumas
7.Parafin (lilin)C20 ke atas52 °C – 57 °C
Meleleh
lilin gereja, pengendapan air bagi kain, korek api,dan
pengawetan
8.Terresiduaspal buatan
9.Kokas petroleumresidubahan bakar, elektrode

Fraksi-faksi yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya akan diolah lebih lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, treating, dan blending.

  1. Reforming

Reforming adalah suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.

  1. Polimerisasi

Polimerisasi adalah suatu cara penggabungan monomer (molekulmolekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks.

  1. Treating

Treating adalah proses penghilangan kotoran pada minyak.

  1. Blending

Blending adalah proses penambahan zat aditif.

Cukup sekian, artikel yang dapat admin bagikan. Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.