Klasifikasi Eubacteria: Definisi, Ciri, Karakteristik, Pengertian, serta Pembagian Bakteri Lengkap

Klasifikasi Eubacteria: Definisi, Ciri, Karakteristik, Pengertian, serta Pembagian Bakteri Lengkap akan admin bahas pada tulisan kali ini. Setelah kemarin admin mengulas mengenai bakteri, disana dijelaskan bahwa bakteri terbagi menjadi 2, yaitu Archaebacteria, dan Eubacteria. Di artikel lalu, admin sudah banyak mengupas mengenai Archaebacteria, kali ini admin akan coba membahas mengenai jenis bakteri satunya, yaitu Eubacteria. Sesuai judul yang admin tuliskan, diawal artikel ini, admin akan membahas pengertian Eubacteria, kemudian Ciri ciri Eubacteria, serta Pembagian Bakteri dalam berbagai kelompok. Pembagian kelompok ini nantinya akan dibahas berdasarkan :

  • Cara Memperoleh Makanan,
  • Kebutuhan Oksigen,
  • Alat Gerak yang Digunakan, serta
  • Bentuk Tubuh.

Baiklah, mari kita mulai bahasan biologi kelas 10 SMA ini dari pengertian dan definisi Eubacteria terlebih dahulu.

 

Mengenal Eubacteria

Pengertian Eubacteria

Definisi Eubacteria adalah makhluk hidup yang tergolong prokariotik dan memiliki lipid serta ester dalam membran plasmanya. Persamaan Archaebacteria dan Eubacteria adalah sama sama tergolong prokariotik dan memiliki ciri ciri umum protista. Hal ini dikarenakan Archaebacteria dan Eubacteria sama sama memiliki ciri ciri protista. Eubacteria ini sering disebut dengan bakteri sejati, atau yang biasa dikenal dengan istilah bakteri. Setelah mengetahui definisi dan pengertian Eubacteria, sekarang admin akan mengulas karakteristik Eubacteria.

Baca Juga: 15+ Manfaat Virus bagi Kehidupan Manusia

 

Ciri Ciri Eubacteria

Eubacteria memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya. Berikut beberapa karakteristik Eubacteria yang perlu kamu fahami:

  1. Dinding sel mengandung peptidoglikan,
  2. Memiliki Ribosom yang mengandung satu jenis ARN Polymerase,
  3. Mengandung lipid dan ester pada membran plasmanya, serta
  4. Dapat mensekresikan lender ke permukaan dinding selnya.

Ada yang kurang faham? Jika iya, boleh kok meninggalkan komentar untuk bertanya mengenai artikel ini. Selanjutnya, admin akan mengulas pengelompokan Eubacteria berdasarkan beberapa kriteria.

 

Klasifikasi Eubacteria

Klasifikasi Eubacteria, Definisi, Ciri, Karakteristik, Pengertian, serta Pembagian Bakteri Lengkap

Klasifikasi Eubacteria, Definisi, Ciri, Karakteristik, Pengertian, serta Pembagian Bakteri Lengkap

Pengelompokan Eubacteria berdasarkan Cara Memperoleh Makanan

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan cara mendapatkan makannya, dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Bakteri Autotrof

Eubacteria Autotrof adalah jenis bakteri yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Jenis bakteri ini memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri dengan cara mengubah zat anorganik, menjadi zat organik. Zat organik inilah yang nantinya akan dijadikan sumber tenaga bagi bakteri. Bakteri autotrof umumnya dapat berupa fotoautotrof, serta kemoautotrof. Bakteri Fotoautotrof adalah jenis bakteri autotrof yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai bantuan untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik. Sedangkan bakteri Kemoautotrof adalah jenis bakteri autotrof yang memanfaatkan zat kimia sebagai pengubah zat anorganik menjadi zat organik.

Contoh bakteri autotrof adalah sebagai berikut:

  1. Bakterioviridin (Contoh Fotoautotrof),
  2. Bakterioklorofil (Contoh Fotoautotrof),
  3. Bakteriopurpurin (Contoh Fotoautotrof),
  4. Nitrosomonas (Contoh Kemoautotrof),
  5. Nitrosococcus (Contoh Kemoautotrof),
  6. Nitrobacter (Contoh Kemoautotrof),
  7. Nitrospira (Contoh Kemoautotrof), serta
  8. Nitrosocystis (Contoh Kemoautotrof).

Fotoautotrof menggunakan cahaya matahari, sedangkan Kemoautotrof menggunakan bantuan zat kimia.

 

  • Bakteri Heterotrof

Klasifikasi bakteri berdasarkan cara memperoleh makanan yang selanjutnya yaitu bakteri Heterotrof. Bakteri heterotrof adalah jenis bakteri yang tidak dapat membuat makanan secara sendiri. Bakteri heterotrof merupakan kebalikan dari Autotrof, dimana bakteri yang tergolong jenis ini, bergantung pada makhluk hidup lainnya untuk mendapatkan energinya.

Contoh bakteri heterotrof adalah sebagai berikut:

  1. Bakteri Treponema yang hidup dalam manusia (Contoh Parasit),
  2. Bakteri Borellia yang hidup dalam manusia dan hewan (Contoh Parasit), serta
  3. Bakteri Escerichia coli yang hidup dalam usus besar manusia (Contoh Saprofit).

Dari ketiga contoh diatas, terdapat keterangan parasit dan saprofit. Bakteri Heterotrof Parasit adalah jenis bakteri heterotrof yang memakan organisme lain. Sedangkan bakteri heterotrof saprofit adalah jenis heterotrof yang memakan sisa sisa zat organik dari organisme lain. Contohnya, klasifikasi bakteri e coli diatas termasuk Saprofit, karena bakteri escerichia coli tersebut hanya memakan sisa makanan dari pencernaan saja.

Heterotrof Parasit adalah memakan organisme lain, sedangkan Heterotrof Saprofit memakan zat sisa dari organisme lain

 

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Alat Gerak

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Alat Gerak yaitu Monotrik, Lofotrik, Amfitrik, dan Peritrik

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Alat Gerak yaitu Monotrik, Lofotrik, Amfitrik, dan Peritrik

Pengelompokan bakteri berdasarkan alat geraknya dibagi menjadi 4 kelompok tipe, yaitu:

  • Monotrik adalah satu penggerak di satu bagian ujungnya, contoh: Pseudomonas aeruginosa.
  • Lofotrik adalah beberapa penggerak di satu bagian ujungnya, contoh: Pseudomonas fleurescens.
  • Amfitrik adalah beberapa penggerak di kedua ujungnya, contoh: Aquasprillum serpens.
  • Peritrik adalah banyak penggerak di seluruh tubuhnya, contoh: Salmonella typhosa.

Dari keempat jenis tersebut, dapat dilihat bahwa klasifikasi bakteri monotrik  Pseudomonas aeruginosa termasuk dalam Monotrik. Klasifikasi bakteri Pseudomonas fleurescens adalah LofotrikKlasifikasi bakteri vibrio cholerae termasuk dalam jenis Monotrik. Itulah beberapa jenis bakteri berdasarkan pengelompokan alat gerak, dan contoh bakterinya.

Baca Juga: 35+ Penyakit yang Diakibatkan oleh Virus

 

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Bentuk Tubuh

Setelah membahas pengelompokan berdasarkan cara mendapat makanan, dan alat geraknya, sekarang admin akan melanjutkan pembahasan mengenai klasifikasi bakteri berdasarkan bentuk tubuhnya. Secara umum, ada 3 kelompok bakteri berdasarkan bentuknya, yaitu Basil, Kokus, dan Spirillium. Contoh dari klasifikasi berdasarkan bentuk kokus ialah pada klasifikasi bakteri Staphylococcus aureus. Untuk lebih detail mengenai struktur tubuh bakteri, dapat melihat gambar dibawah ini. Klik kiri pada gambar untuk memperbesar gambarnya.

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Bentuk Tubuh ada 3, Basil, Kokus, dan Spirillium

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Bentuk Tubuh ada 3, Basil, Kokus, dan Spirillium

 

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Suhu

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan suhu ada 4:

  • Psikrofil adalah jenis Eubacteria yang dapat tumbuh pada suhu 0° hingga 30°C dengan suhu rata rata 15°C. Contoh bakteri psikrofil adalah Flavobacterium, Achromobacter, dan Alcaligenes. Klasifikasi bakteri Bakteri psikrofil, dapat tumbuh pada suhu 0° – 30°C dengan suhu optimum 15°C. Contoh klasifikasi bakteri Pseudomonas termasuk dalam Psikrofil.
  • Mesofil adalah jenis Eubacteria yang dapat tumbuh pada suhu 25° hingga 37°C dengan suhu rata rata 32°C. Bakteri mesofil biasa hidup di dalam saluran pencernaan. Contoh bakteri mesofil adalah seluruh bakteri patogen pada hewan.
  • Termofil adalah dapat bakteri yang dapat di tempat bersuhu tinggi, lebih dari 40°C. Suhu rata ratanya antara 55 hingga 60°C. Biasanya bakteri termofil hidup di air panas, kawah gunung berapi, geiser, dan sebagainya. Contoh bakteri termofil adalah Sulfolobus cidocaldarius, Thermus aquaticus, dan Chloroflexus. Reproduksi bakteri ini juga dilakukan di suhu yang tinggi.
  • Hipermetrofil.

 

Klasifikasi Eubacteria berdasarkan Kebutuhan Oksigen

Klasifikasi protista jenis eubacteria ini berdasarkan kebutuhan oksigen dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Bakteri Aerob adalah jenis bakteri yang memiliki ciri ciri monera serta membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya.
  • Anaerob merupakan bakteri yang memiliki peranan bakteri tanpa oksigen, serta
  • Aerofil.

Baca Juga: Struktur Morfologi Bakteriofage

Klasifikasi Eubacteria: Definisi, Ciri ciri bakteri, Karakteristik, Pengertian, serta Pembagian Bakteri Lengkap admin cukupkan, semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.