Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri Beserta Contohnya

Hukum dasar kimia sangat menarik untuk dibahas kali ini. bahan ajar hukum hukum dasar kimia yaitu hukum hukum dasar kimia kelas 10 atau 1 SMA. Dalam kimia, tidak seperti pelajaran yang lainnya, pada kimia dibilang susah susah gampang. Namun jangan khawatir, yuk kita bahas bersama – sama.

Hukum Dasar Kimia dan Contohnya

Pada kali ini, hukum dasar kimia dan contohnya akan dibagi menjadi 5 yaitu Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier), Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust), Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton), Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac), dan Hipotesis Avogadro. Itulah hukum dasar kimia menurut para ahli. Berikut rumus hukum dasar kimia :

Baca Juga : Tata Nama Senyawa Kimia Meliputi Biner, Ion, dan Terner

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Coba kita perhatikan saat kita membakar kertas. Sepintas dapat kita lihat bahwa massa abu hasil pembakaran lebih kecil daripada massa kertas yang dibakar. Apa pembakaran kertas disertai pengurangan massa?

Antoine Laurent Lavoisier sudah menyelidiki massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang jika zat sebelum bereaksi, kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata pada massa zat sebelum dan sesudah reaksi akan sama. Lavoisier akhirnya  menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut hukum kekekalan massa, berikut rumus hukum lavoisier :

Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama

Perubahan materi yang akan diamati dalam kehidupan sehari-hari umumnya berlangsung dalam wadah terbuka. Jika hasil reaksi ada yang berupa gas (seperti pada pembakaran kertas), maka hasilnya massa zat yang tertinggal menjadi lebih kecil daripada massa semula. Sebaliknya, jika reaksi akan mengikat sesuatu dari lingkungannya (misalnya oksigen), maka hasilnya reaksi akan lebih besar daripada massa semula. Misalnya saja, reaksi perkaratan besi (besi mengikat oksigen dari udara). Besi yang memiliki massa tertentu akan bereaksi dengan sejumlah oksigen di udara membentuk senyawa baru besi oksida (Fe2O3(s)) yang massanya akan sama dengan massa besi dan oksigen mula-mula.

Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan salah satu sifat penting dari senyawa, yang disebut hukum perbandingan tetap. Berdasarkan penelitian tersebut, berbagai senyawa yang akan dilakukannya, Berikut rumus hukum proust : “Perbandingan massa unsur-unsur dalam satu senyawa adalah tertentu dan tetap.“

Senyawa yang sama walaupun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata memiliki komposisi yang sama. Contohnya saja, hasil analisis terhadap garam natrium klorida dari berbagai daerah sebagai berikut :

No.Asal Massa GaramMassa Natrium Massa KloridaMassa Na : Cl
1.Indramayu2 Gram0,786 Gram1,214 Gram1 : 1,54
2.Madura1,5 Gram0,59 Gram0,91 Gram 1 : 1,54
3.Import2,5 Gram0,983 Gram1,517 Gram 1 : 1,54

Sebagaimana ditunjukkan dalam perhitungan tersebut, bahwa perbandingan massa Na terhadap Cl ternyata tetap, yaitu 1 : 1,54. Jadi, senyawa tersebut memenuhi hukum Proust.

contoh soal hukum dasar kimia proust menentukan perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa sebagai berikut :

Hukum Dasar Kimia Perbandingan Massa Besi dan Belerang

Hukum Dasar Kimia Perbandingan Massa Besi dan Belerang

Berdasarkan data tersebut ternyata perbandingan antara massa besi dan belerang pada senyawa besi sulfida (FeS) selalu tetap, yaitu 7 : 4. Data reaksi antara hidrogen dan oksigen membentuk air, jika diketahui perbandingan massa H : O membentuk air adalah 1 : 8 sebagai berikut :

Hukum Dasar Kimia Pembentukan Air

Hukum Dasar Kimia Pembentukan Air

Contoh Soal Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri

Diketahui perbandingan massa kalsium dan oksigen dalam membentuk senyawa kalsium oksida adalah 5 : 2. Bila direaksikan 10 gram kalsium dan 12 gram oksigen, tentukan massa kalsium oksida (CaO) yang terbentuk dan sisa pereaksi!

Jawab :

Contoh Soal Hukum Perbandingan Tetap

Contoh Soal Hukum Perbandingan Tetap

Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)

Hukum Proust dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan untuk unsur – unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa. Salah seorang diantara nya yaitu John Dalton (1766 – 1844). contoh hukum dalton dalam kehidupan sehari hari. Dalton mengamati adanya suatu keteraturan yang terkait dengan perbandingan massa unsur-unsur dalam satu senyawa.

Dengan massa oksigen yang sama, ternyata perbandingan antara massa nitrogen dalam senyawa nitrogen dioksida dan senyawa nitrogen monoksida merupakan bilangan bulat dan sederhana. Contoh soal hukum dasar kimia dalton.

Berdasarkan hasil percobaannya, Dalton telah merumuskan hukum kelipatan perbandingan (hukum Dalton). Berikut rumus hukum dalton kimia : “Jika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika massa-massa salah satu unsur dalam senyawa-senyawa tersebut sama, sedangkan massa-massa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana. “ Itulah hukum dasar kimia dalton.

Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac)

Pada awalnya para ilmuwan menemukan bahwa gas hidrogen dapat bereaksi dengan gas oksigen membentuk air. Perbandingan volume gas hidrogen dan oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yaitu 2 : 1. Pada tahun 1808, Joseph Louis Gay Lussac melakukan percobaan serupa dengan menggunakan berbagai macam gas. Ia menemukan bahwa perbandingan volume gas-gas dalam reaksi selalu merupakan bilangan bulat sederhana.

Percobaan-percobaan Gay Lussac tersebut dapat kita nyatakan dalam persamaan reaksi sebagai berikut :

  1. 2 H2(g) + O2(g) ⎯⎯→ 2 H2O(l)
  2. N2(g) + 3 H2(g) ⎯⎯→ 2 NH3(g)
  3. H2(g) + Cl2(g) ⎯⎯→ 2 HCl(g)

Dari percobaan ini, Gay Lussac merumuskan hukum perbandingan volume (hukum Gay Lussac): “Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gasgas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.“

Hukum perbandingan volume dari Gay Lussac dapat kita nyatakan sebagai berikut :

Perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing gas.

Untuk dua buah gas (misalnya gas A dan gas B) yang tercantum dalam satu persamaan reaksi, berlaku hubungan:

Hukum Dasar Kimia

Hukum Dasar Kimia

Hukum Dasar Kimia Avogadro

Hukum Dasar Kimia Avogadro sangat mudah untuk dipelajari. Apakah perbandingan volume gas-gas dalam suatu reaksi merupakan bilangan sederhana? Banyak sekali ahli termasuk Dalton dan Gay Lussac gagal menjelaskan hukum perbandingan volume yang ditemukan oleh Gay Lussac. Ketidakmampuan Dalton karena ia menganggap partikel unsur selalu berupa atom tunggal (monoatomik). Pada tahun 1811, Amedeo Avogadro menjelaskan percobaan Gay Lussac. Menurut Avogadro, partikel unsur tidak selalu berupa atom tunggal (monoatomik), tetapi berupa 2 atom (diatomik) atau lebih (poliatomik). Avogadro menyebutkan partikel tersebut sebagai molekul.

Gay Lussac :

  • 2 volume gas hidrogen + 1 volume gas oksigen ⎯⎯→ 2 volume uap air

Avogadro :

  • 2 molekul gas hidrogen + 1 molekul gas oksigen ⎯⎯→ 2 molekul uap air

Dari sini Avogadro mengajukan hipotesisnya yang dikenal hipotesis Avogadro yang berbunyi:

Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas dengan volume yang sama akan mengandung jumlah molekul yang sama pula

Jadi, perbandingan volume gas-gas itu telah merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata lain perbandingan volume gas-gas yang bereaksi sama dengan koefisien reaksinya (Martin S. Silberberg, 2000). Yuk kita lihat bagaimana hipotesis Avogadro dapat menjelaskan hukum perbandingan volume dan sekaligus dapat menentukan rumus molekul berbagai unsur dan senyawa.

Cukup sekian artikel yang dapat admin bagikan, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.